Ibarat sinar mentari
Begitulah kasih ibu
Sepanjang jaman tak akan terbalas
Teruntai begitu indahnya
Diusia yang telah senja
Kau berkenan memanggilnya
Aku rela dalam ridhoMu
Tawakal-ku padaMu
( Begitu lirik lagu yang berjudul “ Kasih Ibu “. Maaf saya lupa siapa yang melantunkan.)
Ibu, dunia penuh cinta. Sejak belum terlahir ke dunia, masih di dalam rahim, seorang ibu begitu menyayangi anaknya. Memberi makan yang bergizi dan senantiasa menjaga kesehatannya untuk si jabang bayi. Kemana-mana dengan susay payah ia berjalan membawa perutnya yang besar sambil berharap kelak anaknya menjadi anak yang sholeh. Di saat melahirkan, seorang ibu bertaruh nyawa agar sang anak dapat lahir dengan selamat. Bahkan apa yang dikatakannya saat itu? Tahukah? Ia berkata, “Selamatkan anakku ya Allah..selamatkan….” Tak pernah ia memikirkan dirinya yang diambang maut, hanya anaknya yang ia doakan. MasyaAllah. Lalu ketika si anak telah lahir, ia masih tetap menyayanginya, bahkan semakin sayang. Ia menyusui sang anak lalu menyapihnya. Setelah besar, ia belum berhenti sampai disitu, ia didik dan bimbing anaknya dalam kebenaran agar kelak ketika ditanya Allah tentang hal itu, ia dengan gembira menjawabnya. Bahkan Rasulullah saw berkata “di telapak kakinyalah terletak surga”.
Saya hanya sanggup menulis sebagian lirik lagu “ Kasih Ibu “ karena lirik selanjutnya saya tak kuasa menahan deraian airmata.
Tahukah ibu? Walaupun saya masih bisa mencium wangi ibu, saya merasakan ibu berada di dunia lain. Mana sanggup saya seperti ini terus, ibu. Setiap detik saya ingin merasakan dekapan hangat tubuh ibu. Saya ingin seperti teman-teman lain, yang setiap pulang kuliah disambut senyuman, pelukan hangat dari ibu. Rindu sekali dengan masakan yang ibu buat setiap harinya. Apalagi sambal terasi yang ibu buat. Tidak ada yang bisa menandingi lezatnya masakan ibu. Oh ibu…kemarilah..~ disaat merindukan seorang ibu dipelukanku~
July 21, 2009 at 12:52 pm |
mumpung kita masih ada waktu, kita berikan perhatian pada ibu tercinta..
sorga ditelapak kaki ibu …yes
doa ibu spanjang jalan….yes
jadi kaya ato miskin ibulah yg mengerti kita…
October 15, 2009 at 4:42 pm |
Penyesalan yang masih ada di benak saya sampai sekarang adalah janji saya kepada ibu untuk mentraktir beliau jika saya sudah bekerja. Ketika itu saya berada di kelas 2 smk. Ketika itu saya sedang mengantar beliau beliau membeli obat ke kota, lalu kami pun melewati saung makan sea food di pinggir jalan, lalu saya pun berkata pada ibu ” mah, mun mamah tos sakinten sareng aman tos gaduh kerja, urang emam didinya nya mah”, ibuku pun tersenyum mendengar kalimat dari anak laki2 satu-satunya itu. Setiap mengingat kejadian tersebut saya sering sekali menangis, karena +/- 6 bulan setelah itu ibuku meninggal meninggalkan dunia ini untuk selama-lamanya. Beliau begitu hebat mendidik anak2nya, itu lah warisan yang terbaik dari ibuku, didikannya.
Kepada rekan yang masih lengkap, ingat ! jangan kalian menyesal di akhir DEWASALAH! sayangi semua orang, terutama Keluargamu, lebih utama IBUMU.
October 15, 2009 at 9:01 pm |
kasih sayang dan doa ibu sll mengiringi di setiap langkahku.perjuangan dan pengorbanan yang begitu besar dalam mendidik dan membesarkan anak2ny.Aq tak kan henti2ny berdoa untuk beliau dan menjaga sampe akhir hayatny meskipun apa yang telah aq lakukan skr tidak bisa membalas semuany.I LOVE U MOM…