Deadline 22 Juli???

July 13, 2008

Semua bimbingan TA Bu Sulis direkomendasikan ikut KOMMIT 2008..

itu tuh..seminar bidang IT gundar..

Ragu-ragu awalnya, karena minder juga sih ikut acara begituan..

Cepat2 ditugaskan Bu Sulis membuat abstraksi..

mana deadline terakhir ngumpulinnya tanggal 25 Juni 2008 sebelum jam 4 sore!!

Tambah puyeng deh..

Padahal Bab I pun belom buat..

hiks..hiks..

dengan semangatnya, Bu Sulis membantu penulisan abstraksi itu dan akhirnya buru2 saya ketik ulang dan mengirim ke email bu Tety…

Alhamdulillah terkirim sudah.. :)

Beberapa hari kemudian liat email..

ternyata lolos seleksi..dan…

Pusiiiiing…!!!!

masa deadline KOMMIT tanggal 22 Juli??!!!

Bingung…

karena TAnya belom ngapa2in..akhirnya saya cepat2 menghubungi Bu Sulis…dan minta ketemuan..

Bu Sulis membantu mencari tujuan dari TA yang saya buat..

Alhamdulillah udah faham sedikit..

Kendalanya?? adalah di penulisan!!!

Ga ngerti nulisnya..

Huaaa…!!!! fiuh..

mudah2an tanggal 22 Juli 2008 sudah kelar dan dikirimke KOMMIT 2008 dan nantinya bisa dipresentasikan tanggal 20-21 Agustus 2008 bersama Bu Sulis dan Bu Wulan sebagai pembimbing terbaikku..

dan TAnya selesai deh..

Acik..acik..acik..

Allahumma Amin..


Ke Kantor DLLAJ

July 13, 2008

Bagian 3

Terik matahari saat itu menusuk kulitku. Panas sekali. Alhamdulillah kuit ini terlindungi dengan balutan baju panjang dan jilbab sebagai penutup kepala.

Sebelum itu saya telpon teman untuk menanyakan tempat DLLAj karena saya memang tidak tahu persis lokasinya dimana. Saya teringat bahwa ada saudara seperjuangan di Fajrul Islam yang tinggal di daerah Depok. Hassim namanya. Saya telpon beliau. Alhamdulillah ada respons baik dan beliau menjelaskan dengan teliti ( Syukron ya Hassim..)

Saya langsung meluncur ke lokasi kantor DLLAJ dengan membawa berkas2 untuk mengambil data. Sesampai disana…

merinding…

risih…

terbelalak…

serem abis..

karena disana ternyata banyak kaum adam yang badannya kekar-kekar.. Bibir sambil melantunkan doa-doa dan basmallah saya masuk ke kantor DLLAJ dengan seorang diri

Awali dengan senyuman, mereka menyambut dengan senyuman pula. Saya langsung bicara maksud dan tujuan kedatangan saya ke kantor DLLAJ.
Mereka mempersilahkan saya masuk ke ruangan staff dan bertemu dengan Pak “A” ( maaf..saya lupa namanya.. ;) ) )

Di dalam ruangan itu saya benar2 seorang diri. Seorang diri sebagai wanita. Di ruangan yang agak gelap. Di kelilingi bapak-bapak yang badannya kekar dan berkulit hitam.

Ya Robb..doaku saat itu..Jagalah hamba Ya Allah..Lindungilah hamba dari kejahatan dan kemaksiatan karena Engkaulah Yang Maha Pelindung…Bibir saya tak henti-hentinya komat-kamit melantunkan doa-doa..

Tak lama kemudian, saya mengutarakan maksud saya. Mereka mendengarkan dengan baik walaupun awalnya dibentak sedikit.

Di antara mereka ada yang rada-rada menyeramkan. Pertanyaan2 yang membuat saya benar2 ingin lari saja saat itu. Namun, saya tidak boleh takut karena Allah yang Menjaga saya. Saya berusaha menjawab pertanyaan2 yang ” ga jelas ” sambil bersenda gurau.

Dan..

Pak “A” meminta saya untuk ke kantor pemerintahan kota Depok untuk mengambil surat ijin bisa mengambil data di kantor DLLAJ..

Ya Allah..saya benar2 lemas..

Fiuuuuuuuuh..

Letih..

tapi saya harus semangat!!

Tak lama kemudian saya menuju kantor pemerintahan kota Depok yang tidak jauh dari lokasi kantor DLLAJ. Sekitar 100 m. Langkah demi langkah saya lewati jalan yang dipenuhi anak-anak SD yang dalam perjalanan pulang ke rumah mereka masing-masing.

Tanya sana sini. Akhirnya ketemu juga!!!

Lokasinya agak ke dalam masuk Gang sedikit. Ketika saya melewati daerah lokasi itu, mata saya melirik ke kanan dan kiri, hati saya tidak enak dan merinding lagi karena disana ternyata daerah mayoritas non muslim. Dari sekolah, Pertokoan, tempat tinggal hingga kantor pemerintahan itu melewati gereja yang dibangun sangat besar.

Ya Robb… ” SEREM amat sih…tolong aku Ya Allah “

Dan bertemulah saya dengan Pak “B”

Ruangannya tidak seseram di kantor DLLAJ dan orangnya baik sekali. Penuh senyuman.

Saya berbicara panjang lebar maksud dan tujuan saya, dan mereka membuat berkas2 sebagai surat ijin.

Dan ternyata!!!

kabar buruk!!

Surat ijin itu baru bisa diambil minggu depan!!

Huaaaaaaaaaaah!! Rasanya mau nangis..hiks..hiks..hiks..

saya cuma disodorkan selembar kertas dan dicatat no telpon kantor tersebut apabila saya ingin kembali kesana.

Huffffh,,,,,,,,,,,,

Udahlah..!! Kalo seperti ini saya pasti lama hanya untuk emncari datanya. Belom buat aplikasinya..

Akhirnya saya memutuskan untuk tidak mengambil tema ” DLLAJ “!!


bersambung….


Pake J2SDK

July 13, 2008

Bagian 2

Setelah saya fikir2 lagi..saya mencoba mengambil judul yang sama tetapi dengan menggunakan software J2SDK. Terus saya mencari referensi lewat internet, teman, sahabat..

Saya berusaha mencari titik terangnya. Apakah bisa saya memahami apa yang saya buat?

Terus saja mempelajarinya. Walaupun belum faham, namun saya berusaha untuk berani mengambil keputusan itu. Basmalah..pikir saya saat itu.

Di sela-sela mencari konsep skripsi yang saya buat.. Tiba-tiba pembimbing saya dan temannya menawarkan, “bagaimana kalau “JOIN” aja? “

kalau dengan pembimbing saya membuat ” Segmentasi DNA menggunakan MATLAB ?”

kalau temannya membuat “Hand Writing?”

Oh tidaaaaaaaaaaaaaak!!!

Tapi saya coba menerima jurnal yang dikirim beliau. Saya berusaha memahami lagi. Tapi tetap saja tidak bisa

memahami..karena maklum itu Proyek mereka.

Akhirnya saya menolak dengan halus tentunya.

Saya melanjutkan skripsi menggunakan J2SDK. Saat itu saya panik, telpon sana sini. Telpon temen2..

Hihii..ada pencerahanlah sedikit..

Dengan waktu yang sangat singkat, saya membuat surat ijin untuk meminta data DLLAJ tersebut.

Dapatlah surat ijin itu dalam waktu 1 minggu.

Next >> Ke kantor DLLAJ


Mencari Judul..Pusing aaaaaaaah…

May 14, 2008

Bagian 1

Sudah jauh-jauh hari saya mempersiapkan tema untuk skripsi. Bahkan sebelum semester 8 pun saya sempat berfikir untuk membuat skripsi dengan tema GIS menggunakan ArcView. Kenapa harus GIS ? Saya terinspirasi dari kakak kelas yang sama-sama satu Lab membuat hal yang sama dan kebetulan saya menyukai multimedia. Mulailah saya mencari bahan skripsi dengan tema tersebut. Browsing tiap malam..

Sehingga dapatlah banyak jurnal yang saya download. Dalam blog-pun saya save URL-nya. Semuanya sudah dipersiapkan untuk mantap memilih tema itu. Tak lama saya terfikirkan untuk membuat judulnya. “Dengan tema GIS, kira-kira apa yang cocok ya? “, begitu gumam saya waktu itu.

Tiap malam saya selalu memikirkan apa judulnya. Ya!! saya dapat ide!! Tentang jalur “Busway”. Mulailah saya mencari lagi informasi tentang busway. Tapi…saya masih ragu-ragu,,,” sepertinya kalau saya memilih judul tentang jalur busway, saya harus mengelilingi jakarta dengan busway !! Oh tidak!! waktunya pasti tidak memungkinkan karena kesibukan yang cukup padat.”

Akhirnya saya memilih tentang jalur angkutan Depok. ” Ya! Saya akan mantap disini !”, begitu pikir saya. Kini, saatnya saya harus menemui DP ( Dosen Pembimbing ) untuk sekedar melaporkan setuju tidaknya dengan tema yang saya ajukan.

Dengan percaya dirinya saya datang ke ruangan DP saya di kampus D tepatnya di D448 Lab. Multimedia. Senyum manis pun tak lupa ditebarkan. ” Bukankah kesan pertama itu harus memperlihatkan kesan yang menyenangkan orang lain ? “. Senyum pun dibalas DP saya. Lalu saya mengeluarkan surat keterangan skripsi dan saya langsung berbicara dari hati ke hati.

Begini…

” Bu, saya bimbingan skripsi ibu, saya mohon bantuan dari ibu untuk membimbing saya “,lirih saya.

Terjadilah pembicaraan di antara saya dan DP saya yang bernama Sulistyo Puspitodjati. Bu Sulis saya memanggilnya.

” Bu, sebenarnya saya masih bingung mau ambil tema apa..”

” Kamu sukanya apa? “

Hehehe…ibunya manggil dengan sebutan “kamu”…saya tersenyum geli..karena yang saya dengar dari teman-teman yang mengenal Bu Sulis, beliau ketika berbicara dengan orang lain baik temannya maupun mahasiswa dengan bahasa “LOGO”(Lo gue). Tapi berbeda dengan saya, diganti dengan bahasa “KAMAK”(Kamu Aku). Hahaha…

“Saya sih lebih suka ke multimedia, Bu. Saya punya tema kalau GIS gimana Bu? “

Bu Sulis berfikir sejenak.

“Mmm…bisa. Kamu buat GIS pake apa?”

“Pake ArcView, Bu “

” Kamu anak SI apa TI? kalo TI ga boleh lagi pake ArcView karena itu sekedar informasi aja “

Saya langsung tersentak kaget. ” Wah..jangan-jangan ditolak nih judul saya “, hati saya berkata.

Lanjut Bu Sulis.

” Kalo mau kamu pake Java ..”

Wualaaaah..Saya langsung menghela nafas panjang. Saya tidak bisa java. Saya hanya tersenyum paksa dan saya membalas.

“Baik Bu akan saya coba dulu “.

Saya pulang dengan wajah lesu dan pikiran masih memutar-mutar apa yang akan saya lakukan saat itu.

Maaf…bersambung…ceritanya masih panjang…dan belum sempat untuk menulis. Dan akhirnya saya ganti judul sampe hampir 4 kali.

Next >> pake J2SDK


Dzolimkah Aku ?

March 27, 2008

Kini saatnya aku bertemu dengan waktu itu. Seperti ketika aku mengalaminya satu tahun yang lalu. Bahkan ini pastinya akan lebih berat. Malam-malamku selalu kuhadapkan dengan kompe yang selalu setia menemaniku dan alunan syair nasyid haroki sebagai penyemangat. Memang etrkadang mata ini tak kuasa menahan perihnya cahaya radiasi kompe yang langsung menyorot ke bagian retina mataku sambil sejenak berfikir. Terus saja aku tempuh hingga waktu tidurku disulap seperti waktu ketika orang-orang sedang asyik berduaan dengan Rabbnya, bercengkrama. Ya, seperti waktu sholat malam. Pastinya sangat lelah. Kini waktu tidur itu hanya sejalan dengan waktu kedipan mata. Puji syukur kepada Allah karena aku masih diizinkan untuk melakukan sholat malam walaupun hanya beberapa rakaat saja. Memang jasad ini terasa lelah, letih. Mungkin kalau aku bisa mendengar jeritan jasad ini, ia akan berkata ” wahai jiwa…tenangkanlah hatimu.ajaklah aku untuk sejenak berbaring menikmati empuknya kasurmu dalam kelelapan tidur yang sangat, aku perlu energi, kekuatan untuk membangkitkan dirimu. Kau boleh memakaiku sesukamu, namun tolonglah aku. Aku juga punya hak untuk sejenak istirahat”

Ya Allah dzolimkah aku?

Dan jika otakku bisa berteriak ” wahai insan, aku ini ciptaan Allah juga. Kau tidak boleh seenaknya memperlakukan aku semaumu. Akulah yang membantumu untuk berfikir sebagai memory storage. Tapi, kau tidak boleh seperti ini…mendzolimi aku, anggota tubuhmu yang lain, dan dirimu. Bantulah aku seperti aku membantumu agar aku bisa melaksanakan tugasku lagi… Kita ini harus balance..

Ya Rabbi…dzolimkah aku terhadap jasadku?

Oh jasadku, mulai saat ini aku akan mencintaimu, menjagamu dengan baik.

Bantulah aku ya Rabb agar aku tidak termasuk orang yang mendzolimi diri sendiri

~ saat jiwa ini lelah dengan banyaknya tugas akademik~


Tambah satu lagi…^_^

March 1, 2008

Benar ya kata orang kalo ada manusia mungil yang baru lahir, Seneeeeeengnya….apalagi orang tuanya…
Ketika ia lahir kedunia menangis, kita disini tersenyum…
walaupun bukan orangtuanya, Hari ini saya seneng banget!! Tambah satu lagi ponakan…jadi tiga deh… Kali ini ponakannya seorang calon mujahid. Subhanallah…!!!

Mmm..jadi pengen pulang ke kampung…Mau liat..pasti lucu banget!!!
Ck..ck..ck..anak kecil itu memang lucu, menggemaskan. Pengennya dicubit-cubit aja tuh pipinya…
gemeezzz…iiiiihh..

Kalo ponakan yang laki-laki…pengennya diajak berantem aja…hahahaha..pasti lucu deh…
Insya Allah nanti bertambah lagi calon ponakan. Tinggal menunggu waktu saja. Jadi tambah satu lagi deeeeeeeeh…Uaaaassiiik…jadi banyak anak2…pasti nanti rame..!!! Semoga mereka yang baru terlahir ke dunia menjadi penerus dakwah kita…Allahumma amiin…


Dag..Dig..Dug…

March 1, 2008

Jika diingat-ingat masa lalu, rasanya baru saja saya menginjak kampus ini. Tapi sekarang tak terasa sudah semester 8. Semakin hari waktu terus berjalan dan hingga akhirnya mau tidak mau nantinya pasti akan meninggalkan kampus tercinta ini. Banyak suka dan duka dikelas…

Ketika nlai sudah keluar, jadi dag…dig…dug…!!! Ada rasa senang, ada juga rasa kekhawatiran.
Mau gimana lagi? mau tidak mau harus ngambil skripsi…huuufffh…dag…dig…dug…abis bingung mau bikin apa???

Tapi berkat dorongan teman2, saya jadi semangat lagee..!!
Emang, semua itu sudah ada yang ngatur..siapa lagi kalo bukan Allah.
ada yang bilang ” kita semua sudah diatur begini begitu karena ya memang jalan hidup kita ditakdirkan seperti ini karena Allah memampukan decha bisa menjalankan skripsi ini. Coba, kalo misalkan saya ( temen saya ) yang diberikan skripsi, apa jadinya? Apakah saya sanggup? Belum tentu..makanya decha yang dikasih…”

Subhanallah…!!
Tiba2 HP saya berbunyi tanda SMS masuk, dari teman seperjuangan. Kurang lebih begini isinya :
” Dari kemarin bingung mau ngambil 3 mata kuliah atau tidak. Kenapa bingung??? Aku kan masih punya Allah..Sholat istikhoroh aja ya…”

Yups!! satu2nya jalan adalah dengan Sholat istikhoroh..minta petunjuk dari Allah..
Dibalik itu juga saya benar2 dag…dig…dug…mau ngomong sama Allah apakah pantas??
ketika ada masalah seperti ini, saya baru minta tolong…mengemis…

Astaghfirullah….
wallahu a’lam…


Kapankah untaian doa ini terucap dibibirku?

February 10, 2008

Allahuakbar…!!! Allah Maha Besar…

Terjawab sudah penantian panjang selama iniKau mantapkan hatiku untuk memilihnya…

Kau anugrahkan seorang hamba yang mencintai-Mu

Untuk menemaniku menggapai cinta-Mu…. 

Kau izinkan aku menjadi wanita paling bahagia

Karena berada di sisinya…

Kau halalkan pandangan ini untuk melihatnya….

Kau halalkan hati ini untuk merindukannya… 

Ya Allah…

Apabila telah Engkau takdirkan dia menjadi pasangan hidupku, maka satukan hatiku dan hatinya.

Sesungguhnya apa yang Engkau putuskan dan pilihkan adalah yang terbaik untuk kehidupanku dan kehidupannya.

Jadikanlah kami pasangan yang saling menghibur dikala duka.

Saling menjaga amanah dikala jauh.

Saling menopang dikala sulit.

Saling mengingatkan dikala alfa.

Saling mendoakan dalam kebaikan dan ketakwaan.

Saling menyempurnakan dalam peribadatan. 

Saling mencintai…

Saling menyayangi…

Saling menjaga… 

Robbi…

Terucap syukur tiada henti atas anugerah, kebahagiaan, cinta, dan kado terindah ini…

Telah Engkau karuniakan seorang yang begitu baik untuk mendampingiku…

Sempurnakan dia untukku dan untuk keluargaku kelak didalam pernikahan suci ini… 

Subhanallah…

Sungguh semua ini tak terbayar walau dengan ibadah-ibadah selama ini…

Ya Allah…

Limpahkanlah kebahagiaan yang kekal dan abadi, kasih sayang yang Engkau sempurnakan setiap saat.

Karuniakanlah kepada kami keturunan yang sholeh, yang mampu membahagiakan kami kelak dan menjadi qurrota a’yun yang membawa berkah kepada pernikahan kami ini… 

Allahumma amin…

Dia adalah anugerah terindah yang pernah kumiliki…

Namun…Besarnya cintaku untuknya, semoga tidak mengalahkan Maha besarnya cintaku untu-Mu… 

Dikutip dari tulisan teman yang sudah menikah                        

~ saat hati rindu untuk merasakan manisnya hari yang berbahagia itu ~


Ketagihan..Oh tidak!?

January 31, 2008

               Saya teringat ketika pertama kali masuk kuliah. Masuk paling pagi. Pernah dibilang teman-teman sebagai penjaga kelas hehehe….Tidak pernah satu kalipun absent. Waktu terus berlalu. Pertama, karena suatu hal yang membuat saya tidak masuk kuliah, saya tidak masuk. Mencoba tidak masuk kuliah, ketakutan itu luar biasa saya rasakan. Hari selanjutnya, tidak masuk kuliah lagi karena sakit. Terus saja waktu berjalan. Akhirnya saya mencoba sengaja tidak masuk kuliah karena malas keluar rumah. Dikenal dengan nama “bolos” atau “cabut”. Lama kelamaan kok ternyata bolos itu mengasyikkan bahkan menjadi ketagihan. Masya Allah…Saya benar-benar menikmatinya. Yang tadinya bolos dihantui rasa ketakutan, kini menjadi hal yang biasa. Ketagihan…Oh tidak!! ( Tapi bener kok satu kali coba-coba, pasti ketagihan  ^_^) 

Read the rest of this entry »


Teringat Ibu

January 29, 2008

Ibarat sinar mentari
Begitulah kasih ibu
Sepanjang jaman tak akan terbalas
Teruntai begitu indahnya
Diusia yang telah senja
Kau berkenan memanggilnya
Aku rela dalam ridhoMu
Tawakal-ku padaMu
( Begitu lirik lagu yang berjudul “ Kasih Ibu “. Maaf saya lupa siapa yang melantunkan.)

Ibu, dunia penuh cinta. Sejak belum terlahir ke dunia, masih di dalam rahim, seorang ibu begitu menyayangi anaknya. Memberi makan yang bergizi dan senantiasa menjaga kesehatannya untuk si jabang bayi. Kemana-mana dengan susay payah ia berjalan membawa perutnya yang besar sambil berharap kelak anaknya menjadi anak yang sholeh. Di saat melahirkan, seorang ibu bertaruh nyawa agar sang anak dapat lahir dengan selamat. Bahkan apa yang dikatakannya saat itu? Tahukah? Ia berkata, “Selamatkan anakku ya Allah..selamatkan….” Tak pernah ia memikirkan dirinya yang diambang maut, hanya anaknya yang ia doakan. MasyaAllah. Lalu ketika si anak telah lahir, ia masih tetap menyayanginya, bahkan semakin sayang. Ia menyusui sang anak lalu menyapihnya. Setelah besar, ia belum berhenti sampai disitu, ia didik dan bimbing anaknya dalam kebenaran agar kelak ketika ditanya Allah tentang hal itu, ia dengan gembira menjawabnya. Bahkan Rasulullah saw berkata “di telapak kakinyalah terletak surga”.

Malam itu sunyi sepi disertai gerimis hujan. Udaranya sejuk menusuk kalbu. Saya sedang asyik mengerjakan tugas kuliah di depan Laptop sambil mendengarkan lagu nasyid. Tiba-tiba giliran lagu “Kasih Ibu” diputar. Saya jadi teringat ibu. Ibu..ibu begitu saya memanggilnya. Ibu yang selalu saya rindukan setiap pelukan, ciuman dan kasih sayangnya. Dulu sebelum saya melanjutkan kuliah, begitu dekat kasih sayang ibu pada saya. Ibu tidak rela adanya perpisahan dengan anak yang sangat dicintainya. Tangisan pun meledak saat perpisahan itu.
Hatiku gerimis ketika menghayati penuh jiwa lirik lagu itu seperti gerimis hujan di luar sana. Aku membayangkan wajah ibu yang keriput, usianya yang sudah senja, tubuhnya yang lemas namun masih kuat untuk berjalan. Ibu…saya merindukanmu ibu…
Saya hanya sanggup menulis sebagian lirik lagu “ Kasih Ibu “ karena lirik selanjutnya saya tak kuasa menahan deraian airmata.

Bu, seandainya ibu tahu sekarang saya sangat merindukan ibu. Ingin bertemu kembali. Ibu tahu sekarang saya sedang menangis sesegukan. Kapan saya bisa bertemu ibu kembali? Tahun depankah? Disaat lebaran tiba-kah? Oh ibu, waktu yang sangat lama bagi saya menungggu kehadiran ibu. Apakah tahun depan ibu masih bisa bernafas?
Tahukah ibu? Walaupun saya masih bisa mencium wangi ibu, saya merasakan ibu berada di dunia lain. Mana sanggup saya seperti ini terus, ibu. Setiap detik saya ingin merasakan dekapan hangat tubuh ibu. Saya ingin seperti teman-teman lain, yang setiap pulang kuliah disambut senyuman, pelukan hangat dari ibu. Rindu sekali dengan masakan yang ibu buat setiap harinya. Apalagi sambal terasi yang ibu buat. Tidak ada yang bisa menandingi lezatnya masakan ibu. Oh ibu…kemarilah..~ disaat merindukan seorang ibu dipelukanku~